MENCEGAH KRISIS PENDIDIKAN, FAKULTAS TEOLOGI UKI TORAJA MELAKSANAKAN KULIAH UMUM ONLINE (KUO)

Kabarbagus.net Toraja
Mencegah Krisis Pendidikan, Fakultas Teologi UKI Toraja laksanakan Kuliah Umum Online

Kuliah Umum Online (KUO) Fakultas Teologi telah dilaksanakan untuk pertama kalinya pada hari Selasa, 2 Juni 2020.
Pdt.Sufriadi sebagai host KUO tersebut mengatakan bahwa kegiatan ini dimaksudkan agar proses perkuliahan terus berjalan sehingga memungkinkan mahasiswa untuk tetap mengeksplorasi kemampuan berteologi serta merefeleksikan setiap bentuk kejadian atau peristiwa sebagai bagian dari proses menjawab tantangan zaman termasuk dampak Pandemi Covid-19.

Menurutnya, tujuan kegiatan ini adalah membangun kecerdasan dan meningkatkan intelektualitas mahasiswa dan masyarakat umum untuk menghadapi sebuah peradaban baru dalam masa pandemi Covid-19. Diharapkan bahwa melalui KUO ini juga, sejumlah refleksi dan aksi akan terbangun untuk mematangkan kemampuan akademik, kemampuan intelektual bahkan kemampuan sosial dalam menghadapi new normal life.

KUO ini rencananya akan dilaksanakan setiap Minggu dengan menghadirkan sejumlah pakar dibidangnya. Untuk sesi KUO pertama pada hari Selasa, 2 Juni 2020 menghadirkan Narasumber Pdt.Dr.Zakaria J.Ngelow selalu Direktur OASE INTIM, dengan topik : Pandemi Covid-19 dalam bingkai Teologi Bencana.

Dalam KUO tersebut, J.Ngelow mengatakan bahwa “teologi yang sejati tidak hanya berhenti di pikiran tapi harus nyata dalam tindakan”. Sehubungan bagaimana memahami Pandemi Covid-19 ini, Ngelow menegaskan bahwa Allah tidak mendatangkan bencana, justru Allah hadir dalam bencana yang dialami manusia, untuk menolong manusia.

Pdt.Dr.Johana Tangirerung, sebagai moderator memberikan catatan penting terkait dengan topik tersebut. Johana menuturkan “Bagaimana gereja hadir selanjutnya? Covid-19 mungkin tidak berakhir dan hilang, ia akan terus ada bersama-sama manusia sebagai inangnya. Untuk itu diperlukan cara baru dalam menjalani kehidupan normal yang selama ini kita sudah alami. New normal adalah hidup normal dalam kebaruan, menjalani kehidupan normal dalam perspektif baru. Memasuki New Normal, ada 4 hal yang perlu kita lakukan: 1. Gereja menjadi teladan disiplin protap, bukan lagi sebagai aturan tetapi sebagai kebiasaan baru yang dilakukan secara merdeka; 2. Gereja mesti melakukan pendidikan tanggap bencana; 3. Pastoral online; 4 Ibadah online.

Kegiatan ini dilaksanakan melalui aplikasi Zoom dan disiarkan secara langsung melalui TS Channel YouTube dan TV Kabel. Peserta yang mengikuti langsung melalui aplikasi Zoom sebanyak 87 orang, dan ada sekitar 1500 orang yang mengikuti melalui TS Channel, baik melalui YouTube maupun TV Kabel. Pesertanya pun beragam, mulai dari mahasiswa, alumni, para guru dan pendeta bahkan oleh beberapa penatua dari berbagai tempat.

Pdt.Yonathan Mangolo, selaku dekan Fakultas Teologi menyambut baik kegiatan ini dan mengapresiasi Narasumber yang sudah memberi diri untuk kegiatan ini dan juga peserta yang sangat antusias.

Pdt.Sufriadi selaku host memberikan penekanan di akhir acara bahwa kegiatan ini kiranya dapat dilanjutkan dan bekerjasama dengan berbagai fakultas atau sekolah Teologi di Indonesia. (Efr)

Bagikan!!!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *